A.
PENDAHULUAN
Tugas pokok seorang guru adalah
membelajarkan siswa. Dalam kegiatan belajar guru harus mencari, memilih, dan
menggunakan bahan ajar. Bahan ajar tersebut harus tepat serta sesuai dengan
tujuan dan materi pelajaran. Penggunaan bahan ajar yang tepat akan memberikan
sumbangan posistif terhadap kefektifan pembelajaran.
Seorang sarjana S1 jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan yang
berkompetensi sebagai konsultan media dan produsen media harus memahami secara teoritis dan konseptual tentang konsep dasar bahan ajar. Untuk itu pada Bab
I ini akan Anda akan mempelajari konsep dasar bahan ajar yang akan memberikan
pengetahuan kepada Anda mengenai bahan ajar sebelum Anda menulis atau memilih
bahan ajar yang akan digunakan pada saat menjadi seorang pendiidik nantinya.
Bab I ini berisi materi mengenai pengertian bahan ajar, tujuan penyusunan bahan
ajar, manfaat bahan ajar, perbedaan bahan ajar dengan buku teks, alasan mengapa
guru perlu mengembangkan bahan ajar, dan macam-macam bahan ajar secara garis
besar.
Pada Bab selanjutnya Anda akan mempelajari
macam-macam bentuk dari bahan ajar, baik yang cetak maupun non cetak dengan
lebih terperinci.
B.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah
mempelajari bab ini diharapkan Anda dapat:
1.
Merumuskan sendiri pengertian dari bahan ajar.
2.
Menjelaskan manfaat bahan ajar dari segi
pendidik maupun peserta didik.
3.
Menjelaskan perbedaan bahan ajar dengan buku
teks.
4.
Menjelaskan alasan guru harus menggunakan
bahan ajar dalam pembelajaran.
C.
URAIAN MATERI
1.
Pengertian
Bahan Ajar
a.
Menurut
DIKMENJUR
Bahan
ajar merupakan seperangkat materi atau substansi pembelajaran (teaching
materials) yang disusun secara sistematis, menampilkan sososk utuh dari
kompetensi yang akan dikuasai siswa alam kegiatan pembelajaran.
b.
National
Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency
Based Training
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu
guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang
dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.
c. Badan Standar Nasional Pendidikan (2006)
Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan
guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.
d.
Sudjana
(1996 : 95)
Bahan ajar merupakan suatu pendekatan yang digunakan oleh seorang guru atau pendidik
dalam melaksanakan proses pembelajaran melalui tahapan-tahapan tertentu
sehingga siswa dapat mengikuti proses belajar mengajar.
e.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (
2008 : 125)
Bahan ajar adalah secara garis besar terdiri dari pengetahuan
keterampilan dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai
standar kompetensi yang telah di tentukan.
f.
Wingkel (1991 : 193)
Bahan
ajar adalah bahan yang digunakan untuk belajar dan mencapai tujuan
intruksional, dimana siswa harus melakukan sesuatu terhadap sesuatu menurut
perilaku tertentu.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahan ajar adalah kumpulan dari materi materi
pelajaran yang disusun dan dikemas
secara sistematis baik berupa cetak maupun non cetak, yang dapat digunakan dalam belajar dan pembelajaran.
2.
Keterkaitan Mata Kuliah Bahan Ajar
dengan Kawasan Teknologi
Pendidikan
Keterkaitan mata kuliah
Bahan Ajar dengan jurusan Teknologi Pendidikan bisa dilihat dari kawasan
Teknologi Pendidikan itu sendiri. Yaitu:
1. Kawasan Desain
Kawasan desain memiliki asal usul dari gerakan
psikologi pembelajaran. Melalui Jim Finn dan Leonard Silvern, pendekatan sistem
pembelajaran secara bertahap mulai berkembang menjadi suatu metodologi dan
mulai memasukkan gagasan dari psikologi pembelajaran. Demikian juga Gagne dan
briggs pada tahun 1960an ```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````telah
menggabungkan keahlian psikologi pembelajaran dengan bakat dalam desain sistem
yang membuat konsep pembelajaran menjadi hidup.
Desain adalah proses untuk menentukan kondisi belajar.
Tujuan desain adalah untuk menciptakan strategi dan produk pada tingkat makro
seperti program dan kurikulum; dan pada tingkat mikro seperti pelajaran dan
modul. Kawasan desain meliputi studi mengenai desain sistem pembelajaran,
desain pesan, strategi pembelajaran dan karateristik pemelajar.
Desain Sistem Pembelajaran (DSP)
Adalah prosedur yang terorganisasi yang meliputi
langkah penganalisaan, perancangan, pengembangan, pengaplikasian dan penilaian
pembelajaran. Dalam istilah yang sederhana, penganalisaan adalah proses perumusan
apa yang akan dipelajari; perancangan adalah proses penjabaran bagaimana cara
mempelajarinya; pengembangan adalah proses penulisan dan pembuatan bahan
pembelajaran; pengaplikasian adalah pemanfaatan bahan dan strategi
pembelajaran; dan penilaian adalah proses penentuan ketepatan pembelajaran.
Semua proses ini harus tuntas agar dapat berfungsi sebagai alat kontrol.
Desain Pesan
Menurut Grabowski desain pesan meliputi ” perencanaan
untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan” (dalam Seels, Barbara B, 1994:33)
yang mengandung prinsip perhatian, persepsi dan daya serap agar terjadi
komunikasi antara pengirim dan penerima. Menurut Flemming dan levi ”Membatasi
pesan pada pola-pola isyarat atau simbol yang memodifikasi perilaku
kognitif,afektif dan psikomotor” (dalam Seels, Barbara B.1994 :34).
Karakteristik desain harus spesifik terhadap medianya dan tugas belajarnya.
Strategi Pembelajaran
Menurut Reigeluth Strategi pembelajaran adalah
spesifikasi untuk menyeleksi serta mengurutkan peristiwa belajar atau kegiatan
pembelajaran dalam suatu pelajaran. Strategi pembelajaran meliputi situasi
belajar seperti belajar induktif serta komponen proses belajar mengajar seperti
motivasi dan elaborasi (dalam Seels, BarbaraB,1994:34).
Menurut Reigeluth (1983a) membagi strategi
pembelajaran menjadi 2 variabel strategi:
·
Variabel strategi
mikro adalah metode dasar untuk mengorganisasikan pembelajaran dalam suatu
gagasan tunggal (yaitu sebuah konsep, prinsip yang tunggal dan sebagainya). Hal
tersebut mencakup komponen strategi seperti definisi, contoh, latihan, dan
bentuk sajian lain.
· Variabel strategi makro adalah metode
dasar untuk mengorganisasikan aspek-aspek pembelajaran yang berhubungan dengan
gagasan lebih dari satu, seperti mengurutkan, membuat sintesa, dan membuat
ringkasan (mempreview dan mereview) gagasan-gagasan yang diajarkan (dalam
Seels, Barbara B, 1994:35).
Karakteristik Pemelajar
Karakteristik pemelajar adalah segi-segi latar
belakang pengalaman pembelajar yang berpengaruh terhadap efektivitas proses
belajarnya. Lingkup strategi pembelajaran menggunakan penelitian motivasi untuk
mengidentifikasi variabel yang harus diperhitungkan dan bagaimana caranya hal
tersebut dapat diperhitungkan. Oleh sebab itu karakteristik pemelajar
mempengaruhi komponen belajar yang diteliti dalam lingkup strategi
pembelajaran. Karakteristik pemelajar tidak hanya berinteraksi dengan strategi
pembelajaran juga dengan situasi atau konteks dan isi (menurut Bloom, 1976).
(dalam Seels, Barbara B, 1994:35).
2. Kawasan Pengembangan
Kawasan pengembangan ini berakar pada produksi media.
Diawali dengan perkembangan buku teks dan alat bantu pembelajaran non proyeksi
sampai munculnya media film yang merupakan tonggak perkembangan era audiovisual
ke era teknologi pembelajaran modern. Pengembangan adalah proses penterjemahan
spesifikasi desain ke dalam variasi teknologi yang digunakan dalam
pembelajaran. Kawasan pengembangan dapat dijelaskan dengan adanya pesan yang
didorong oleh isi, strategi pembelajaran yang didorong oleh teori dan
manifestasi fisik dari teknologi berupa perangkat keras, perangkat lunak dan
bahan pembelajaran. Kawasan pengembangan diorganisasikan dalam 4 kategori :
teknologi cetak, teknologi audiovisual, teknologi berasaskan komputer dan
teknologi terpadu.
Teknologi Cetak
Adalah cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan
seperti buku dan bahan-bahan visual yang statis, terutama melalui proses
pencetakan mekanis atau fotografis. Teknologi ini adalah dasar untuk
pengembangan dan pemanfaatan dari kebanyakan bahan pelajaran lain. Hasil
teknologi ini berupa cetakan. Teks dalam penampilan komputer adalah contoh
penggunaan teknologi komputer untuk produksi. Apabila teks tersebut dicetak
dalam bentuk cetakan, inilah yang merupakan teknologi cetak. Berikut
karakteristik dari teknologi cetak/visual :
·
Teks dibaca secara linier, sedang visual direkam menurut ruang.
·
Keduanya biasanya memberikan komunikasi satu arah.
·
Keduanya berbentuk visual statis.
·
Pengembangannya sangat bergantung pada prinsip linguistik dan persepsi
visual.
·
Keduanya berpusat pada pemelajar.
·
Informasi dapat diorganisasikan dan distrukturkan kembali oleh pemakai.
Teknologi Audiovisual
Merupakan cara memproduksi dan menyampaikan bahan
dengan peralatan mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan audio (melalui
pendengaran) dan visual (melalui penglihatan). Peralatan audiovisual
memungkinkan pemroyeksian gambar hidup, `pemutaran suara dan penayangan visual
yang berukuran besar seperti film, film bingkai dan transparansi. Televisi
merupakan teknologi unik yang menjembatani teknologi audiovisual ke teknologi
komputer dan terpadu. Karakteristik teknologi audiovisual sebagai berikut:
·
Bersifat linier.
·
Menampilkan visual yang dinamis.
·
Digunakan menurut cara yang sebelumnya telah ditentukan oleh
desainer/pengembangnya.
·
Cenderung berupa bentuk representasi fisik dari gagasan yang riil dan
abstrak.
·
Dikembangkan berdasarkan prinsip psikologi tingkah laku dan kognitif.
·
Sering berpusat pada guru, kurang interaktif dengan pemelajar.
Teknologi Berbasis Komputer
Merupakan cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan
dengan menggunakan perangkat yang bersumber pada mikroprosesor. Teknologi ini
berbeda dengan teknologi lain karena menyimpan informasi secara elektronis
dalam bentuk digital bukan sebagai bahan cetak/visual dan ditampilkan melalui
tayangan di layar monitor. Beberapa jenis aplikasi komputer biasanya disebut
Computer Based Instruction (CBI), Computer Assisted Instruction (CAI), atau
Computer Managed Instruction (CMI). Pengaplikasiannya dapat bersifat tutorial,
dimana pembelajaran utama diberikan: latihan dan perulangan untuk mengembangkan
kefasihan dalam bahan yang telah dipelajari, permainan dan simulasi untuk
memberi kesempatan menggunakan pengethauan yang baru dipelajari, dan sumber
data yang memungkinkan pemelajar mengakses sendiri. Teknologi komputer baik
perangkat lunak maupun keras memiliki karakteristik sebagai berikut:
·
Digunakan secara acak disamping secara linier.
·
Dapat digunakan sesuai keinginan pemelajar, maupun menurut cara yang
dirancang desainer/pengembang.
·
Gagasan diungkapkan secara abstrak dengan menggunakan kata, simbol dan
grafis.
·
Belajar dapat berpusat pada pemelajar dengan tingkat interaksi yang tinggi.
Teknologi Terpadu
Teknologi Terpadu
Merupakan cara memproduksi dan menyampaikan bahan
dengan memadukan beberapa jenis media yang dikendalikan komputer. Komponen
perangkat keras dari sistem terpadu dapat terdiri dari komputer dengan memori
besar yang dapat mengakses secara acak, memiliki internal hard drive, dan
sebuah monitor beresolusi tinggi. Peralatan pelengkapnya mencakup alat pemutar
video, alat penayangan tambahan, perangkat keras jaringan (networking), dan
sistem audio. Sedang perangkat lunaknya berupa disket video, compact disk,
program jaringan, serta informasi digital. Kesemuanya dijalankan dan
dikendalikan dalam suatu program belajar hymermedia menggunakan sistem
authoring seperti hypercard atau toolbook. Pembelajaran dengan teknologi
terpadu ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
·
Digunakan secara acak disamping secara linier.
·
Dapat digunakan sesuai keinginan pemelajar, maupun menurut cara yang
dirancang desainer/pengembang.
·
Gagasan diungkapkan secara realistik dalam konteks pengalaman pemelajar,
relevan dengan kondisi pemelajar dan dibawah kendali pemelajar.
·
Belajar dapat berpusat pada pemelajar dengan tingkat interaksi yang tinggi.
·
Prinsip ilmu kognitif dan konstruktivisme diterapkan dalam pengembangan dan
pemanfaatan bahan pembelajaran.
·
Belajar dipusatkan dan diorganisasikan menurut pengetahuan kognitif
sehingga pengethauan terbentuk pada saat digunakan.
·
Sifat bahan yang mengintegrasikan kata-kata dari banyak sumber.
3.
Kawasan Pemanfaatan
Pemanfaatan mungkin merupakan kawasan Teknologi
Pembelajaran / Pendidikan tertua diantara kawasan-kawasan yang lain, karena
penggunaan bahan audiovisual secara teratur mendahului meluasnya perhatian
terhadap desain dan produksi media pembelajaran sistematik.
Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan
sumber untuk belajar mereka yang terlibat dalam pemafaatan mempunyai tanggung
jawab untuk mencocokan pemelajar dengan bahan dan aktivitas yang specifik,
menyiapkan pemelajar agar dapat berintekrasi dengan bahan aktivitas yang
dipilih, memberikan bimbingan selama kegiatan, membekan penilaian atas hasil
yang dicapai pemelajar serta memasukkannya ke dalam prosedur organisasi yang
berkelanjutan.
Pemanfaatan Media
Pemanfaatan Media adalah penggunaan yang sistematis
dari sumber untuk belajar. Proses pemanfaatan media merupakan proses
pengambilan keputusan berdasarkan pada spesifikasi desain pembelajaran.
Difusi Inovasi
Difusi Inovasi adalah proses berkomunikasi melalui
strategi yang terencana dengan tujuan untuk diadopsi. Menurut Rogers (1983) langkah-langkah
difusi tersebut adalah pengetahuan, persuasi atau bujukan, keputusan,
implementasi, dan konfirmasi.
Implementasi dan Pelembagaan
Implementasi dan pelembagaan adalah pengunaan bahan
dan strategi pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya, sedangkan
pelembagaan adalah penggunaan yang rutin dan pelestarian dari inovasi
pembelajaran dalam suatu struktur atau budaya organisasi.
Kebijakan dan Regulasi
Kebijakan dan Regulasi adalah aturan dan tindakan dari
masyarakat/ wakilnya yang mempengaruhi difusi atau penyebaran dan penggunaan
Teknologi Pendidikan. Bidang Teknologi Pendidikan telah ikut berjasa dalam
penentuan kebijakan tentang televisi pembelajaran dalam masyarakat
Keterkaitan Mata Kuliah
Bahan Ajar dengan dengan Kompetensi S1 Teknologi Pendidikan
Berdasarkan kompetensi lulusan, mata
kuliah bahan ajar akan menjadikan mahasiswa sebagai:
·
Menghasilkan teknolog
pendidikan/pembelajaran yang mampu merancang, mengembangkan, memanfaatkan dan
mengelola serta mengevaluasi program, proses dan produk pendidikan/pembelajaran
dan pelatihan
·
Menghasilkan tenaga
pendidik dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi serta multimedia di
jenjang pendidikan dasar dan menengah.
·
Menghasilkan tenaga
kependidikan sebagai pengembang kurikulum, pengelola atau teknisi sumber
belajar (termasuk perpustakaan sekolah), laboran dan tenaga administratif yang
menguasai teknologi informasi dan komunikasi.
·
Menghasilkan karya
akademik melalui kegiatan penelitian dan pengembangan dalam bidang teknologi
pendidikan/pembelajaran.
·
Memberdayakan
masyarakat melalui penerapan berbagai hasil karya teknologi
pendidikan/pembelajaran.
Berdasarkan kawasan TP, seorang sarjana
teknologi pendidikan dapat berprofesi sebagai berikut:
·
Perancang proses dan
sumber belajar ; dimana lingkup pekerjaannya meliputi perancangan sistem
pembelajaran, desain pesan, strategi pembelajaran dan karakteristik pebelajar
·
Pengembang proses dan
sumber belajar; dimana lingkup pekerjaannya meliputi pengembangan teknologi
cetak, teknologi audiovisual, teknologi berbantuan komputer dan teknologi
terpadu lainnya.
·
Pemanfaat/pengguna
proses dan sumber belajar ; dimana lingkup pekerjaannya meliputi pemnafaatan
media pembelajaran, difusi inovasi pendidikan, implementasi dan
institusionalisasi model inovasi pendidikan, serta penerapan kebijakan dan
regulasi pendidikan.
·
Pengelola proses dan
sumber belajar ; dengan lingkup pekerjaan meliputi pengelolaan proyek,
pengelolaan aneka sumber belajar, pengelolaan sistem penyampaian, dan
pengelolaan sistem informasi pendidikan.
·
Evaluator/peneliti
proses dan sumber belajar ; dengan lingkup pekerjaan meliputi melakukan
analisis masalah, pengukuran acuan patokan, evaluasi formatif, evaluasi sumatif
dan penelitian kawasan pendidikan lanilla.
Berdasarkan kompetensi lulusan, mata
kuliah bahan ajar akan menjadikan mahasiswa sebagai:
·
Menghasilkan teknolog
pendidikan/pembelajaran yang mampu merancang, mengembangkan, memanfaatkan dan
mengelola serta mengevaluasi program, proses dan produk pendidikan/pembelajaran
dan pelatihan
·
Menghasilkan tenaga
pendidik dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi serta multimedia di
jenjang pendidikan dasar dan menengah.
·
Menghasilkan tenaga
kependidikan sebagai pengembang kurikulum, pengelola atau teknisi sumber
belajar (termasuk perpustakaan sekolah), laboran dan tenaga administratif yang
menguasai teknologi informasi dan komunikasi.
·
Menghasilkan karya
akademik melalui kegiatan penelitian dan pengembangan dalam bidang teknologi
pendidikan/pembelajaran.
·
Memberdayakan
masyarakat melalui penerapan berbagai hasil karya teknologi
pendidikan/pembelajaran.
3.
Tujuan Penyusunan Bahan Ajar
Bahan ajar
disusun dengan tujuan:
a.
Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan
tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, yakni bahan
ajar yang sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial
peserta didik.
b.
Membantu peserta didik dalam memperoleh
alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh
c.
Memudahkan guru dalam melaksanakan
pembelajaran.
4.
Manfaat
Bahan Ajar
a.
Bagi
Guru
1)
Membantu
guru dalam melaksanakan kurikulum
2)
Sebagai
pegangan dalam menentukan metode pembelajaran
3)
Dapat
digunakan untuk tahun-tahun berikutnya dan bila direvisi dapat bertahan untuk
waktu yang lama
4)
Buku
yanguniform memberikan kesamaan mengenai bahan
dan kestandaran bahan ajar
5)
Memberi
metode pengajaran yang mantap bila guru digunakan dari tahun ke tahun
6)
Tidak
lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh
7)
Memperkaya
karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi
8)
Menambah
khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar
9)
Membangun
komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik karena
peserta didik akan merasa lebih percaya kepada gurunya
10)
Menambah
angka kredit jika dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan
b.
Bagi
Siswa
1)
Memberikan
kesempatan bagi siswa untuk mengulang pelajaran atau mempelajari pelajaran baru
2)
Memberikan
pengetahuan yang lebih mantap untuk siswa
3)
Kegiatan
pembelajaran menjadi lebih menarik
4)
Kesempatan
untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran
guru.
c.
Bagi
Pihak Terkait
1) Dapat mendorong pihak terkait untuk
memfasilitasi pengadaan bahan pembelajaran yang dibutuhkan murid disekolah
2) Dapat memberi masukan kepada guru atau
penyusun bahan pembelajaran agar bahan pembelajaran tersebut sesuai dengan
kebutuhan siswa dengan segenap lingkungannya
3) Dapat membantu dalam pemilihan dan
penetapan media serta alat pembelajaran lainnyya yang medukung keberhasilan
penguasaan bahan pembelajaran oleh siswa
4) Sebagai alat pemberian reword terhadap
guru yang secara kreatif menyusun serta mengembangkan bahan pembelajaran
d.
Manfaat bahan ajar dalam pembelajaran individual
dan kelompok
Metode pembelajaran individual lebih menekankan pada aktivitas siswa dibanding
guru, sehingga siswa dapat memahami dan menguasai materi secara mandiri.
Metode ini dirancang sesuai dengan kebutuhan siswa secara individual dengan
berbagai macam ragam dan perbedaan dalam kecepatan pembelajaran.
Manfaatnya lebih bersifat sebagai bahan utama dan sangat menentukan dalam
proses pembelajaran. Hal ini disebabkan bahan ajar individual atau mandiri ini
hanya berisi informasi dan pengetahuan tentang materi- materi yang harus
dipelajari dan dikuasai siswa, lebih dari itu harus tersusun dengan baik
sehingga mampu mengontrol dan mengawasi kegiatan belajar siswa.
Sedangkan manfaat bahan ajar dalam pembelaaran kelompok adalah sebagai
bahan pendukung atau suplemen dari bahan belajar utama dan seharusnya dirancang
dan disusun sedemikian rupa sehingga mampu menumbuhkan dan meningkatkan
motivasi belajar siswa. Metode pembelajaran kelompok diletakkan pada pendekatan dan teknik yang
dirancang khusus dan bahan belajarnya. Sehingga minim sekali membutuhkan bahan
ajar dalam bentuk tertulis.
5.
Jenis-jenis
Bahan Ajar
Dilihat dari aspek fungsi bahan pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua
jenis, yaitu sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan secara langsung dan tidak
langsung.
Sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan secara langsung, bahan
pembelajaran merupakan bahan ajar utama yang menjadi rujukan wajib dalam
penbelajaran. Contohnya : yaitu buku teks, modul, hand out, dan bahan-bahan
panduan utama lainnya. Bahan pembelajaran dikembangkan mengacu pada kurikulum
yang berlaku. Khususnya yang terkait dengan tujuan dan materi kurikulum seperti
kompetensi, standar materi dan indikator pencapaian.



Gambar 1 : Buku
teks, modul dan hand out
Sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan secara tidak langsung, bahan
pembelajaran merupakan bahan penunjang yang berfungsi sebagai pelengkap.
Contohnya: buku bacaan, majalah, program video, leaflat, poster dan komik
pembelajaran. Bahan pembelajaran ini pada umumnya disusun diluar lingkup materi
kurikulum. Tetapi memiliki keterkaitan yang erat dengan tujuan utamanya. Yaitu
memberikan pendalaman dan pengayaan bagi siswa.



Gambar
2 : buku bacaan, komik pembelajaran dan leaflet


Gambar 3 : majalah dan poster
Selain
itu juga ada jenis bahan ajar dilihat dari aspek wujudnya bahan ajar dibagi
menjadi dua jenis, yaitu : bahan ajar printed materials seperti : hand out,
buku pelajaran, modul. Dan electronic materials seperti : CD interaktive, TV
dan radio.


Gambar
4 : CD Interaktive
6.
Perbedaan Bahan Ajar Dengan Buku Teks
No
|
Bahan Ajar
|
Buku Teks
|
a.
|
Menimbulkan
minat baca
|
Mengasumsikan
minat dari pembaca
|
b.
|
Ditulis
dan dirancang untuk siswa
|
a.
Ditulis
untuk pembaca (guru, dosen)
b.
Dirancang
untuk dipasarkan secara luas
|
c.
|
Menjelaskan
tujuan instruksional
|
Belum
tentu menjelaskan tujuan instruksional
|
d.
|
Disusun
berdasarkan pola belajar yang fleksibel
|
Disusun
secara linear
|
e.
|
Struktur
berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai.
|
Stuktur
berdasar logika bidang ilmu
|
f.
|
Memberi
kesempatan pada siswa untuk berlatih
|
Belum
tentu memberikan latihan
|
g.
|
Mengakomodasi
kesulitan siswa
|
Tidak
mengantisipasi kesukaran belajar siswa
|
h.
|
Memberikan
rangkuman
|
Belum
tentu memberikan rangkuman
|
i.
|
Gaya
penulisan komunikatif dan semi formal
|
Gaya
penulisan naratif tetapi tidak komunikatif
|
j.
|
Kepadatan
berdasar kebutuhan siswa
|
Sangat
padat
|
k.
|
Dikemas
untuk proses instruksional
|
|
l.
|
Mempunyai
mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa
|
Tidak
memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca
|
m.
|
Menjelaskan
cara mempelajari bahan ajar.
|
|
Terdapat sejumlah alasan, mengapa guru perlu
untuk mengembangkan bahan ajar, yakni antara lain;
a.
Ketersediaan
bahan sesuai tuntutan kurikulum
Pengembangan bahan ajar harus memperhatikan
tuntutan kurikulum, artinya bahan belajar yang akan kita kembangkan harus
sesuai dengan kurikulum. Pada kurikukulum tingkat satuan pendidikan, standard
kompetensi lulusan telah ditetapkan oleh pemerintah, namun bagaimana untuk
mencapainya dan apa bahan ajar yang digunakan diserahkan sepenuhnya kepada para
pendidik sebagai tenaga profesional. Dalam hal ini, guru dituntut untuk
mempunyai kemampuan mengembangkan bahan ajar sendiri. Untuk mendukung
kurikulum, sebuah bahan ajar bisa saja menempati posisi sebagai bahan ajar
pokok ataupun suplementer. Bahan ajar pokok adalah bahan ajar yang memenuhi
tuntutan kurikulum. Sedangkan bahan ajar suplementer adalah bahan ajar yang
dimaksudkan untuk memperkaya, menambah ataupun memperdalam isi kurikulum.
Apabila bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan
kurikulum tidak ada ataupun sulit diperoleh, maka membuat bahan belajar sendiri
adalah suatu keputusan yang bijak. Untuk mengembangkan bahan ajar, referensi
dapat diperoleh dari berbagai sumber baik itu berupa pengalaman ataupun
pengetahauan sendiri, ataupun penggalian informasi dari narasumber baik orang
ahli ataupun teman sejawat. Demikian pula referensi dapat kita peroleh dari
buku-buku, media masa, internet, dll. Namun demikian, kalaupun bahan yang
sesuai dengan kurikulum cukup melimpah bukan berarti kita tidak perlu
mengembangkan bahan sendiri. Bagi siswa, seringkali bahan yang terlalu banyak
membuat mereka bingung, untuk itu maka guru perlu membuat bahan ajar untuk
menjadi pedoman bagi siswa.
b.
Karakteristik
sasaran
Bahan ajar yang dikembangkan orang lain
seringkali tidak cocok untuk siswa kita. Ada sejumlah alasan ketidakcocokan,
misalnya, lingkungan sosial, geografis, budaya, dll. Untuk itu, maka bahan ajar
yang dikembangkan sendiri dapat disesuaikan dengan karakteristik sasaran.
Selain lingkungan sosial, budaya, dan geografis, karakteristik sasaran juga
mencakup tahapan perkembangan siswa, kemampuan awal yang telah dikuasai, minat,
latar belakang keluarga dll. Untuk itu, maka bahan ajar yang dikembangkan
sendiri dapat disesuaikan dengan karakteristik siswa sebagai sasaran.
c.
Tuntutan pemecahan
masalah belajar
Pengembangan bahan ajar harus dapat menjawab
atau memecahkan masalah ataupun kesulitan dalam belajar. Terdapat sejumlah
materi pembelajaran yang seringkali siswa sulit untuk memahaminya ataupun guru
sulit untuk menjelaskannya. Kesulitan tersebut dapat saja terjadi karena materi
tersebut abstrak, rumit, asing, dsb. Untuk mengatasi kesulitan ini maka perlu
dikembangkan bahan ajar yang tepat. Apabila materi pembelajaran yang akan
disampaikan bersifat abstrak, maka bahan ajar harus mampu membantu siswa
menggambarkan sesuatu yang abstrak gersebut, misalnya dengan penggunaan gambar,
foto, bagan, skema, dll. Demikian pula materi yang rumit, harus dapat
dijelaskan dengan cara yang sederhana, sesuai dengan tingkat berfikir siswa,
sehingga menjadi lebih mudah dipahami.
8.
Macam-Macam
Bahan Ajar
a.
Menurut
Feren Universitaet and Open University respectively
Macam-macan
bahan bahan ajar adalah Media tulis, audio visual elektronik, dan interaktif
terintegrasi yang kemudian disebut sebagai medienverbund (bahasa jerman yang
berarti media terintegrasi) atau mediamix.
b.
Bernd
Weidenmann, 1994 dalam buku Lernen mit Bildmedien
Mengelompokkan bahan ajar
menjadi tiga besar, yaitu :
1)
auditif
yang menyangkut radio (Rundfunk), kaset (Tonkassette), piringan hitam
(Schallplatte).
2)
visual
(visuell) yang menyangkut Flipchart, gambar (Wandbild), film bisu (Stummfilm),
video bisu (Stummvideo), program komputer (Computer-Lernprogramm), bahan
tertulis dengan dan tanpa gambar (Lerntext, mit und ohne Abbildung).
3)
audio
visual (audiovisuell) yang menyangkut berbicara dengan gambar (Rede mit Bild),
pertunjukan suara dan gambar (Tonbildschau),dan film/video.
c.
Berdasarkan
teknologi yang digunakan
Berdasarkan teknologi yang digunakan bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan
compact disk audio. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video
compact disk, film. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching
material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD)
multimedia pembelajarn interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based
learning materials).Bahan cetak dapat ditampilkan dalam berbagai
bentuk. Jika bahan ajar cetak tersusun secara baik maka bahan ajar akan
mendatangkan beberapa keuntungan seperti yang dikemukakan oleh Steffen Peter
Ballstaedt, 1994 yaitu:
1)
Bahan tertulis biasanya menampilkan daftar isi,
sehingga memudahkan bagi seorang guru untuk menunjukkan kepada peserta didik
bagian mana yang sedang dipelajari
2)
Biaya untuk pengadaannya relatif sedikit
3)
Bahan tertulis cepat digunakan dan dapat
dipindah-pindah secara mudah
4)
Susunannya menawarkan kemudahan secara luas dan
kreativitas bagi individu
5)
Bahan tertulis relatif ringan dan dapat dibaca
di mana saja
6)
Bahan ajar yang baik akan dapat memotivasi
pembaca untuk melakukan aktivitas, seperti menandai, mencatat, membuat sketsa
7)
Bahan tertulis dapat dinikmati sebagai sebuah
dokumen yang bernilai besar
8)
Pembaca dapat mengatur tempo secara mandiri
d. Bahan ajar cetak
1)
Handout
Handout adalah
bahan tertulis yang disiapkan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan
peserta didik. Menurut kamus Oxford hal 389, handout is prepared statement given.
Handout adalah pernyataan yang telah disiapkan oleh pembicara.
Handout
biasanya diambilkan dari beberapa literatur yang memiliki relevansi dengan
materi yang diajarkan/ KD dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta
didik. Saat ini handout dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain
dengan cara download dari internet, atau menyadur dari sebuah buku.

2)
Buku
Buku adalah
bahan tertulis yang menyajikan ilmu pengetahuan buah pikiran dari pengarangnya.
Oleh pengarangnya isi buku didapat dari berbagai cara misalnya: hasil
penelitian, hasil pengamatan, aktualisasi pengalaman, otobiografi, atau hasil
imajinasi seseorang yang disebut sebagai fiksi. Menurut kamus oxford hal 94,
buku diartikan sebagai: Book is number of sheet of paper, either printed or
blank, fastened together in a cover. Buku adalah sejumlah lembaran kertas
baik cetakan maupun kosong yang dijilid dan diberi kulit. Buku sebagai bahan
ajar merupakan buku yang berisi suatu ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap
kurikulum dalam bentuk tertulis.
Buku yang baik
adalah buku yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang baik dan mudah
dimengerti, disajikan secara menarik dilengkapi dengan gambar dan
keterangan-keterangannya, isi buku juga menggambarkan sesuatu yang sesuai
dengan ide penulisannya. Buku pelajaran berisi tentang ilmu pengetahuan yang
dapat digunakan oleh peserta didik untuk belajar, buku fiksi akan berisi
tentang fikiran-fikiran fiksi si penulis, dan seterusnya.

3)
Modul
Modul adalah
sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara
mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru, sehingga modul berisi paling tidak
tentang:
a)
Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
b)
Kompetensi yang akan dicapai
c)
Content atau isi materi
d)
Informasi pendukung
e)
Latihan-latihan
f)
Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK)
g)
Evaluasi
h)
Balikan terhadap hasil evaluasi
Sebuah modul akan bermakna kalau peserta didik
dapat dengan mudah menggunakannya. Pembelajaran dengan modul memungkinkan
seorang peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih
cepat menyelesaikan satu atau lebih KD dibandingkan dengan peserta didik
lainnya. Dengan demikian maka modul harus menggambarkan KD yang akan dicapai
oleh peserta didik, disajikan dengan menggunakan bahasa yang baik, menarik,
dilengkapi dengan ilustrasi.

4)
Lembar Kegiatan Siswa
Kegiatan siswa (student worksheet) adalah
lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar
kegiatan biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu
tugas. Suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas KD yang
akan dicapainya. Lembar kegiatan dapat digunakan untuk mata pembelajaran apa
saja. Tugas-tugas sebuah lembar kegiatan tidak akan dapat dikerjakan oleh
peserta didik secara baik apabila tidak dilengkapi dengan buku lain atau
referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya.
Tugas-tugas
yang diberikan kepada peserta didik dapat berupa teoritis dan atau tugas-tugas
praktis. Tugas teoritis misalnya tugas membaca sebuah artikel tertentu,
kemudian membuat resume untuk dipresentasikan. Sedangkan tugas praktis dapat
berupa kerja laboratorium atau kerja lapangan, misalnya survey tentang harga
cabe dalam kurun waktu tertentu di suatu tempat. Keuntungan adanya lembar
kegiatan adalah bagi guru, memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran,
bagi siswa akan belajar secara mandiri dan belajar memahami dan menjalankan
suatu tugas tertulis.
Dalam
menyiapkannya guru harus cermat dan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang
memadai, karena sebuah lembar kerja harus memenuhi paling tidak kriteria yang
berkaitan dengan tercapai/ tidaknya sebuah KD dikuasai oleh peserta didik.

5)
Brosur
Brosur adalah
bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem
atau cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid
atau selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat tetapi lengkap tentang perusahaan
atau organisasi (Kamus besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua, Balai Pustaka,
1996). Dengan demikian, maka brosur dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar,
selama sajian brosur diturunkan dari KD yang harus dikuasai oleh siswa. Mungkin
saja brosur dapat menjadi bahan ajar yang menarik, karena bentuknya yang
menarik dan praktis. Agar lembaran brosur tidak terlalu banyak, maka brosur
didesain hanya memuat satu KD saja. Ilustrasi dalam sebuah brosur akan menambah
menarik minat peserta didik untuk menggunakannya.

6)
Leaflet
A separate
sheet of printed matter, often folded but not stitched (Webster’s New
World, 1996) Leaflet adalah bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat
tapi tidak dimatikan/dijahit. Agar terlihat menarik biasanya leaflet didesain
secara cermat dilengkapi dengan ilustrasi dan menggunakan bahasa yang
sederhana, singkat serta mudah dipahami. Leaflet sebagai bahan ajar juga harus
memuat materi yang dapat menggiring peserta didik untuk menguasai satu atau
lebih KD.

7)
Wallchart
Wallchart
adalah bahan cetak, biasanya berupa bagan siklus/proses atau grafik yang
bermakna menunjukkan posisi tertentu. Agar wallchart terlihat lebih menarik
bagi siswa maupun guru, maka wallchart didesain dengan menggunakan tata warna
dan pengaturan proporsi yang baik. Wallchart biasanya masuk dalam kategori alat
bantu melaksanakan pembelajaran, namun dalam hal ini wallchart didesain sebagai
bahan ajar. Karena didesain sebagai bahan ajar, maka wallchart harus memenuhi
kriteria sebagai bahan ajar antara lain bahwa memiliki kejelasan tentang KD dan
materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik, diajarkan untuk berapa
lama, dan bagaimana cara menggunakannya. Sebagai contoh wallchart tentang
siklus makhluk hidup binatang antara ular, tikus dan lingkungannya.

8)
Foto/Gambar
Foto/gambar
memiliki makna yang lebih baik dibandingkan dengan tulisan. Foto/gambar sebagai
bahan ajar tentu saja diperlukan satu rancangan yang baik agar setelah selesai
melihat sebuah atau serangkaian foto/gambar siswa dapat melakukan sesuatu yang
pada akhirnya menguasai satu atau lebih KD. Menurut Weidenmann dalam buku
Lehren mit Bildmedien menggambarkan bahwa melihat sebuah foto/gambar lebih
tinggi maknanya dari pada membaca atau mendengar. Melalui membaca yang dapat
diingat hanya 10%, dari mendengar yang diingat 20%, dan dari melihat yang
diingat 30%. Foto/gambar yang didesain secara baik dapat memberikan pemahaman
yang lebih baik. Bahan ajar ini dalam menggunakannya harus dibantu dengan bahan
tertulis. Bahan tertulis dapat berupa petunjuk cara menggunakannya dan atau
bahan tes.
Sebuah gambar
yang bermakna paling tidak memiliki kriteria sebagai berikut:
(a)
Gambar harus mengandung sesuatu yang dapat
dilihat dan penuh dengan informasi/data. Sehingga gambar tidak hanya sekedar
gambar yang tidak mengandung arti atau tidak ada yang dapat dipelajari.
(b)
Gambar bermakna dan dapat dimengerti. Sehingga,
si pembaca gambar benar-benar mengerti, tidak salah pengertian.
(c)
Lengkap, rasional untuk digunakan dalam proses
pembelajaran, bahannya diambil dari sumber yang benar. Sehingga jangan sampai
gambar miskin informasi yang berakibat penggunanya tidak belajar.


Gambar
12 : contoh foto dan gambar
e.
Bahan ajar non cetak audio
1)
Kaset/Piringanhitam/Compact
disk
a)
Judul diturunkan dari kompetensi dasar atau
materi pokok sesuai dengan besar kecilnya materi.
b)
Petunjuk penggunaan kaset/PH/D, dimaksudkan
agar kaset/PH/D mudah digunakan.
c)
Informasi pendukung
dijelaskan secara jelas, padat, menarik dalam bentuk tertulis yang kemudian
direkam dalampita kaset/Ph/CD.
d)
Tugas-tugas
ditulis dalam lembar kertas lain,misalnya berupa tugas mendengarkan dan
menjawab pertanyaan.
e)
Tugas lain
misalnya menugaskan siswa untuk mendengarkan kemudian menirukan apa yang mereka
dengar daripita kaset.
f)
Penilaian dapat dilakukan
terhadap hasil karya dari tugas yang diberikan yaitu sewaktu mereka menirukan
apayang
mereka dengar.
g)
Gunakan berbagai sumber
belajar yang dapat memperkaya materi misalnya buku, majalah, internet, jurnal
hasilpenelitian
sebagai bahan dalam membuat program audio.



Gambar
13 : contoh kaset, piringan hitam dan compact disc
2)
Radio
a)
Judul diturunkan dari kompetensi dasar atau
materi pokok sesuai dengan besar kecilnya materi.
b)
Petunjuk pemanfaatan radio,
dimaksudkan agar siswa tahu bagaimana cara menggunakan radio sebagai bahan ajar.
c)
Informasi pendukung
dijelaskan secara jelas, padat, menarik dalam bentuk tertulis yang kemudian
dibacakan ataudiputar dengan pita kaset pada program siaran
radio.
d)
Tugas-tugas
ditulis dalam lembar kertas lain, misalnya berupa tugas mendengarkan program
radio dan membuatlaporan tentang apa yang mereka dengar.
e)
Penilaian dapat dilakukan terhadap hasil karya
dari tugas yang diberikan yaitu sewaktu mereka menyusun laporan.
f)
Gunakan berbagai sumber
belajar yang dapat memperkaya materi misalnya buku, majalah, internet, jurnal
hasilpenelitian
sebagai bahan dalam membuat program radio.
f.
Bahan ajar pandang dengar (audio visual)
1)
Video /Film
a)
Judul diturunkan dari kompeternsi dasar atau
materi pokok sesuai dengan besar kecilnya materi.
b)
Membuat sinopsis yang menggambarkan secara
singkat dan jelas tentang materi yang akan dibahas dalam sebuah program video.
c)
Informasi pendukung
dijelaskan secara jelas, padat, menarik dalam storyboard/naskah. Gunakan
berbagai sumber belajar untukmemperkaya materi misalnya buku, majalah,
video, internet, jurnal hasil penelitian. Sebuah storyboard biasanya ditulis
dalam duakolom, dimana kolom satu berisi tantang gambar/bagan yang dilengkapi
dengan perintah-perintah pengambilan gambar dan kolomlainnya berupa narasi yang
menjelaskan gambar.
d)
Kejelasan sebuah storyboard akan memudahkan
dalam memproduksi sebuah programvideo/film.
e)
Pengambilan gambar dilakukan atas dasar
storyboard. Agar hasilnya baik dikerjakan oleh orang yang menguasai alat rekam
gambar.
f)
Editing dilakukan oleh yang mengetahui alat
edit didampingi oleh orang yang menguasai substansi/isimateri video/film.
g)
Agar hasilnya memuaskan, sebaiknya sebelum
digandakan dilakukan penilaian terhadap program secara keseluruhan baik
secarasubstansi,edukasi maupun sinematografinya.
h)
Program video/film biasanya tidak interaktif,
namun tugas-tugasnya dapat diberikan pada akhir penayangan melalui presenter
i)
Tugas-tugas dapat juga ditulis dalam lembar
kertas lain, misalnya berupa tugas praktek yaitu mempraktekkan apa yang
telahdilihat dalam program video
j)
Tugas dapat diberikan secara individu atau
kelompok.
k)
Penilaian dapat dilakukan terhadap jawaban
tertulis dari pertanyaan dalam program video/film atau hasil karya dari tugas
yangdiberikan.
2)
Orang/Narasumber
a)
Judul diturunkan dari kompeternsi dasar atau
materi pokok disesuaikan dengan besar kecilnya materi.
b)
Menentukan orang/nara sumber sesuai dengan
materi yang akan disajikan.
c)
Nara sumber biasanya digunakan untuk materi-materi
spesifik yang memerlukan ahli, misalnya untuk materi yang berkaitan
denganperkembangan teknologi informasi, materi tentang pencemaran lingkungan
mengundang ahli lingkungan dari kementerianKLH.
d)
Informasi yang akan diberikan oleh nara sumber diberitahukan
terlebih dahulu kepada nara sumber tentang ruang lingkup bahasanyangharus
disajikan. Sebaiknya disampaikan kepada nara sumber dalam bentuk tulisan.
e)
Tugas yang harus dilakukan oleh peserta didik
misalnya membuat notulen hasil pemaparan dan diskusi dengan nara sumber.
f)
Tugasdapat dilakukan secara individual atau
kelompok.
g)
Penilaian dilakukan terhadap hasil notulen yang
dilakukan oleh peserta didik.
h)
Bahan ajar multimedia interaktif (interactive
teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk
(CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based
learning materials).
D.
RANGKUMAN
Bahan ajar
adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa
berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.(National Center for
Vocational Education Research Ltd/National
Bahan ajar
disusun dengan tujuan: (a) menyediakan
bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan
kebutuhan peserta didik, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan
setting atau lingkungan sosial peserta didik, (b) membantu peserta
didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang
terkadang sulit diperoleh, dan (c) memudahkan guru
dalam melaksanakan pembelajaran.
Sedangkan manfaat bahan ajar
terbagi atas dua yaitu : (1)Manfaat bagi guru meliputi diperoleh bahan
ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta
didik, tidak lagi tergantung kepada buku teks yang
terkadang sulit untuk diperoleh, memperkaya
karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi, menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman
guru dalam menulis bahan ajar, membangun
komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik karena
peserta didik akan merasa lebih percaya kepada gurunya, menambah angka kredit jika dikumpulkan menjadi
buku dan diterbitkan ; (2) manfaat bagi peserta didik yaitu kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik, kesempatan untuk belajar secara mandiri dan
mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru, mendapatkan
kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya (Center for Competency Based Training).Guru
harus memiliki atau menggunakan bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum, karakteristik sasaran, dan tuntutan pemecahan masalah belajar.
Perbedaan bahan ajar dengan buku teks. (1) bahan
ajar : menimbulkan
minat baca, ditulis dan dirancang untuk siswa, menjelaskan
tujuan instruksional , disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel , struktur
berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai, memberi
kesempatan pada siswa untuk berlatih, mengakomodasi
kesulitan siswa, memberikan
rangkuman, gaya penulisan komunikatif dan semi formal, kepadatan
berdasar kebutuhan siswa, dikemas untuk
proses instruksional, mempunyai
mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa dan menjelaskan cara mempelajari bahan ajar.
Sedangkan buku teks mengasumsikan
minat dari pembaca , ditulis untuk pembaca (guru, dosen), dirancang
untuk dipasarkan secara luas, belum tentu
menjelaskan tujuan instruksional, disusun
secara linear, stuktur berdasar logika bidang ilmu, belum
tentu memberikan latihan, tidak
mengantisipasi kesukaran belajar siswa, belum
tentu memberikan rangkuman, gaya penulisan
naratif tetapi tidak komunikatif, sangat
padat, dan tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca.
Jenis Bahan
Ajar : (a) bahan ajar pandang (visual) terdiri atas bahan
cetak (printed) seperti antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa,
brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan non cetak (non printed),
seperti model/maket, (b) bahan ajar
dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio, (c) bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti
video compact disk, film, dan (d) bahan ajar
multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer
Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran
interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials).
E.
LATIHAN
1. Rumuskan pengertian bahan aja menurut Anda
sendiri !
2. Jelaskanlah perbedaan antara buku teks
dengan bahan ajar!
3. Jelaskan alasan yang melatarbelakangi guru
perlu membuat bahan ajar!
F.
DAFTAR
BACAAN
Jasmadi, dkk. 2008. Panduan Menyusun Bahan Ajar Berbasis
Kompetensi. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
Wahyu, Wibowo.2012. Menulis Buku Ajar Perguruan Tinggi.
Jakarta: Bidik Phronesia
Arifin,
samsul. 2007. Sukses Menulis Buku Ajar
& Referensi. Jakarta: PT Grasindo
Salam TP... :)
BalasHapus